Portal Berita Terkini • Cepat • Aktual
Update Utama Update Utama Update Utama
ADVERTISEMENT Advertisement
BREAKING
Memuat berita terbaru...
Bola

Leicester Dipermalukan Burton, Ini Pemain yang Jadi Sorotan di King Power

Update Utama
DITULIS OLEH Redaksi Update Utama
Update Utama
Leicester Dipermalukan Burton, Ini Pemain yang Jadi Sorotan di King Power
Leicester City kalah dari Burton Albion di League One

UPDATE UTAMA — Leicester City kembali mendapat hasil mengecewakan di League One setelah tumbang 1-2 dari Burton Albion di King Power Stadium. Kekalahan tersebut membuat sejumlah pemain The Foxes menjadi sorotan setelah gagal memberikan performa yang diharapkan.

Burton Albion tampil lebih efektif dan memanfaatkan kesalahan Leicester pada babak pertama. Matthew Dennis membuka keunggulan pada menit kelima sebelum Kegs Chauke menggandakan skor 20 menit kemudian. Situasi Leicester semakin sulit setelah Oliver Skipp menerima kartu merah pada menit ke-29.

Wes Burns sempat memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum, tetapi Leicester tidak mampu menemukan gol penyama hingga pertandingan berakhir.

Leicester City Tampil Mengecewakan di King Power

Kekalahan dari Burton menjadi pukulan berat bagi Leicester City yang datang dengan ambisi untuk segera bangkit setelah terdegradasi ke League One.

The Foxes sebenarnya mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir.

Leicester mencatat sekitar 74 persen penguasaan bola dan melepaskan 13 tembakan. Masalahnya, hanya tiga tembakan mereka yang tepat sasaran. Burton justru mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif dan membawa pulang tiga poin.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Leicester masih mempunyai persoalan besar dalam mengubah penguasaan bola menjadi ancaman nyata di depan gawang.

Oliver Skipp Jadi Salah Satu Pemain yang Paling Disorot

Oliver Skipp menjadi salah satu nama yang paling sulit dilepaskan dari pembahasan setelah pertandingan.

Gelandang Leicester tersebut menerima kartu merah pada menit ke-29 ketika timnya sudah tertinggal dua gol. Keputusan tersebut membuat pekerjaan Leicester semakin berat karena mereka harus memainkan sebagian besar pertandingan dengan sepuluh pemain.

Kartu merah tersebut datang ketika Leicester sedang membutuhkan ketenangan untuk mengejar ketertinggalan. Dengan kehilangan satu pemain, ruang untuk melakukan perubahan taktik juga menjadi semakin terbatas.

Kartu merah Skipp mengubah jalannya pertandingan

Sebelum Skipp meninggalkan lapangan, Leicester memang sudah berada dalam situasi sulit setelah Burton mencetak dua gol.

Namun, bermain dengan sepuluh pemain membuat Leicester harus mengeluarkan energi lebih besar untuk mengejar hasil. Mereka tetap mampu menciptakan tekanan setelah turun minum, tetapi akhirnya tidak berhasil mendapatkan gol kedua.

Bagi Skipp, momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengecewakan dari pertandingan Leicester.

Lini Belakang Leicester Kembali Mendapat Kritik

Selain kartu merah Skipp, masalah Leicester juga terlihat dari cara mereka kebobolan dua gol pada babak pertama.

Gol pertama Burton tercipta ketika Matthew Dennis mendapatkan ruang di dalam kotak penalti setelah menerima umpan dari Kyran Lofthouse.

Gol kedua tidak kalah menyakitkan. Leicester gagal mengantisipasi situasi yang berkembang di depan pertahanan hingga Kegs Chauke dapat memanfaatkan bola untuk membawa Burton unggul 2-0.

Dua gol tersebut membuat Leicester harus mengejar pertandingan sejak awal dan memperlihatkan bahwa koordinasi pertahanan mereka masih belum sepenuhnya stabil.

Wes Burns Berusaha Menghidupkan Harapan

Tidak semua pemain Leicester tampil mengecewakan.

Wes Burns justru menjadi salah satu pemain yang memberikan respons positif setelah mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-42.

Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi Leicester sebelum jeda. Dengan satu pemain lebih sedikit, Leicester membutuhkan momentum tersebut untuk mencoba membalikkan keadaan pada babak kedua.

Namun, gol Burns pada akhirnya belum cukup untuk menyelamatkan tim tuan rumah.

Dominasi Bola Leicester Tidak Berujung Gol

Salah satu persoalan terbesar Leicester dalam pertandingan ini adalah efektivitas.

The Foxes menguasai bola hingga sekitar 74 persen dan menghasilkan lebih dari 500 umpan sukses. Mereka juga mendapatkan lima sepak pojok serta menciptakan sejumlah situasi di sekitar area pertahanan Burton.

Namun, Burton mampu bertahan dengan disiplin setelah unggul 2-1.

Kondisi tersebut membuat Leicester kesulitan mengubah dominasi menjadi peluang bersih. Bahkan setelah turun dengan pendekatan yang lebih menyerang, pertahanan Burton tetap mampu mempertahankan keunggulan.

Burton Albion Justru Lebih Efektif

Burton Albion hanya menguasai sekitar 26 persen bola, tetapi mampu menyelesaikan pertandingan sebagai pemenang.

Matthew Dennis dan Kegs Chauke memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan pada babak pertama. Setelah unggul, Burton kemudian lebih banyak bertahan dan mencoba menjaga keunggulan.

Strategi tersebut berhasil meskipun Leicester memberikan tekanan besar sepanjang pertandingan.

Hasil ini menunjukkan bahwa penguasaan bola tidak selalu menjadi jaminan kemenangan apabila sebuah tim tidak mampu memaksimalkan peluang.

Russell Martin Mengakui Leicester Tidak Cukup Siap

Pelatih Leicester City, Russell Martin, juga mengakui bahwa timnya tidak menunjukkan intensitas yang cukup pada awal pertandingan.

Martin menilai Burton tampil lebih lapar dan lebih siap pada 25 menit pertama. Leicester kemudian menunjukkan respons yang lebih baik, tetapi kartu merah Skipp membuat situasi semakin sulit.

Sang pelatih juga mengambil tanggung jawab atas performa tim dan menegaskan bahwa Leicester harus melakukan evaluasi setelah kekalahan tersebut.

Menurut Martin, beberapa prinsip dasar permainan harus tetap dijalankan terlepas dari gaya sepak bola yang ingin diterapkan.

Leicester Masih Mencari Identitas Permainan

Perubahan besar di Leicester membuat tim membutuhkan waktu untuk menemukan bentuk terbaiknya.

Russell Martin baru mengambil alih tim dan membawa pendekatan permainan yang berbeda. Namun, hasil awal di League One belum sesuai dengan harapan.

Leicester hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan liga setelah sebelumnya bermain imbang melawan Notts County.

Kekalahan dari Burton membuat tekanan terhadap tim semakin besar, terutama karena Leicester memiliki target untuk segera kembali ke Championship.

Siapa Pemain Leicester yang Paling Mengecewakan?

Jika melihat jalannya pertandingan, Oliver Skipp menjadi salah satu pemain yang paling mudah disorot karena kartu merah yang diterimanya ketika Leicester sedang tertinggal 0-2.

Namun, kekalahan ini tidak bisa dibebankan kepada satu pemain saja.

Masalah Leicester sudah terlihat sebelum kartu merah terjadi. Mereka kebobolan dua kali dalam 25 menit pertama dan gagal memanfaatkan penguasaan bola yang sangat dominan.

Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pertahanan, transisi permainan, efektivitas serangan hingga pengambilan keputusan pemain.

Harry Souttar Tetap Menjadi Salah Satu Pemain yang Berusaha

Di tengah performa tim yang mengecewakan, Harry Souttar masih memberikan kontribusi dalam upaya Leicester mengejar ketertinggalan.

Bek asal Australia tersebut menjadi salah satu pemain Leicester yang paling aktif dalam urusan tembakan. Ia juga beberapa kali membantu tim memenangkan duel dan mencoba memberikan ancaman melalui bola mati.

Namun, kontribusi individu tersebut belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan.

Masalah Leicester Lebih Besar dari Sekadar Satu Pemain

Kekalahan ini seharusnya tidak hanya dilihat sebagai kesalahan satu atau dua pemain.

Leicester memiliki penguasaan bola yang sangat tinggi, tetapi Burton mampu mencetak dua gol sebelum tuan rumah menemukan respons. Itu menunjukkan adanya persoalan kolektif dalam menjaga konsentrasi dan mengelola pertandingan.

Setelah tertinggal dua gol, Leicester juga harus menghadapi kartu merah. Kombinasi kedua situasi tersebut membuat peluang untuk bangkit menjadi semakin kecil.

Martin kini mempunyai pekerjaan besar untuk memperbaiki mentalitas dan struktur permainan tim sebelum pertandingan berikutnya.

Awal Musim Leicester Semakin Mengkhawatirkan

Leicester sebenarnya datang ke musim baru dengan harapan tinggi setelah mengalami dua degradasi beruntun.

Target utama tentu saja adalah kembali ke Championship secepat mungkin. Namun, hasil dua pertandingan pertama League One belum menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.

Hasil imbang melawan Notts County kemudian diikuti kekalahan dari Burton Albion membuat Leicester baru mengumpulkan satu poin dari enam poin yang tersedia.

Situasi tersebut membuat pertandingan-pertandingan berikutnya menjadi semakin penting bagi Martin dan para pemainnya.

Apa yang Harus Diperbaiki Leicester?

Hal pertama yang harus diperbaiki adalah konsentrasi pada awal pertandingan.

Leicester tidak boleh kembali memberikan lawan kesempatan mencetak gol dengan mudah dalam periode awal seperti yang terjadi ketika menghadapi Burton.

Selain itu, disiplin juga menjadi faktor penting. Kartu merah Skipp membuat Leicester harus bermain dengan sepuluh pemain dan mengubah seluruh rencana pertandingan.

Terakhir, Leicester harus menemukan cara agar penguasaan bola yang tinggi dapat menghasilkan lebih banyak peluang berkualitas.

Kesimpulan

Leicester City kembali mendapatkan hasil buruk setelah kalah 1-2 dari Burton Albion di King Power Stadium.

Oliver Skipp menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah menerima kartu merah pada babak pertama. Namun, masalah Leicester sebenarnya lebih luas karena mereka sudah tertinggal dua gol sebelum kehilangan satu pemain.

Wes Burns sempat memperkecil skor dan memberikan harapan, tetapi Leicester gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola untuk mendapatkan gol kedua.

Bagi Russell Martin, pertandingan ini menjadi peringatan bahwa Leicester masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin bersaing untuk promosi kembali ke Championship.

FAQ

Berapa skor Leicester City vs Burton Albion?

Leicester City kalah 1-2 dari Burton Albion dalam pertandingan League One di King Power Stadium pada 22 Agustus 2026.

Siapa pencetak gol Leicester?

Wes Burns mencetak satu-satunya gol Leicester pada menit ke-42.

Siapa pencetak gol Burton Albion?

Matthew Dennis membuka skor pada menit kelima, sementara Kegs Chauke mencetak gol kedua Burton pada menit ke-25.

Mengapa Oliver Skipp menjadi sorotan?

Skipp mendapat kartu merah pada menit ke-29 ketika Leicester sedang tertinggal 0-2. Kartu tersebut membuat Leicester harus bermain dengan sepuluh pemain untuk sebagian besar pertandingan.

Berapa penguasaan bola Leicester?

Leicester menguasai sekitar 74 persen bola, sedangkan Burton Albion sekitar 26 persen. Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Leicester dari kekalahan.

Berapa poin Leicester dari dua pertandingan League One?

Leicester mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal League One setelah bermain imbang melawan Notts County dan kemudian kalah dari Burton Albion.


Sumber: LiveScore / Foxes of Leicester

Artikel ini ditulis ulang dan dikembangkan secara editorial oleh redaksi Update Utama berdasarkan informasi dari sumber terkait. Artikel bukan salinan langsung dari sumber.

...

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan editorial. Informasi tambahan dari partner dapat dilihat melalui halaman resmi partner KLIK DISINI .

BAGIKAN ARTIKEL Bantu pembaca lain menemukan berita ini.
← SEBELUMNYA Memuat artikel...
BERIKUTNYA → Memuat artikel...
RUANG DISKUSI

Komentar

Komentar